<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://telagahikmah.org/name">
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://telagahikmah.org/name</link>
		<image rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/images/M_images/joomla_rss.png" />
	   <dc:date>2010-09-09T14:08:25+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=123&amp;Itemid=26"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=122&amp;Itemid=37"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=118&amp;Itemid=26"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=117"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=67&amp;Itemid=26"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://telagahikmah.org/name/images/M_images/joomla_rss.png">
		<title>Powered by Joomla!</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name</link>
		<url>http://telagahikmah.org/name/images/M_images/joomla_rss.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=123&amp;Itemid=26">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-09-09T11:19:26+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://telagahikmah.org/name</dc:source>
		<title>Menengok Tarbiyah para Ma'shum As</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=123&amp;Itemid=26</link>
		<description> oleh; Habri ZenDunia sebagai tempat hidup kita memiliki peranan penting dalam proses pembentukan jatidiri manusia, sehingga sudah menjadi lazim bahwa kehidupan memerlukan suatu pola pembentukan diri dari generasi ke generasi berikutnya.Tarbiah bagian dari kehidupan manusiaTarbiah sering digunakan dalam istilah organisasi, dakwah, tabligh dan juga pendidikan. Dalam kehidupan manusia, tarbiah merupakan bagian yang menyatu dalam dimensi manusia itu sendiri. Dimana ada manusia maka disana mereka melakukan proses yang dinamai &amp;ldquo;tarbiah&amp;rdquo;. Manusia terhadap dirinya pun melakukan tarbiah, misalnya dengan membentuk pribadi yang baik dan pemberani dengan cara melatih diri sendiri, dan menjadikan dirinya menjadi objek yang ditarbiati. Dalam keluarga misalnya kita sering mendengar tarbiah keluarga dan rumah tangga serta anak kecil. Bahkan yang lebih luas lagi dalam ruang lingkup masyarakat.Tarbiah memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam menentukan bentuk prilaku serta nasib generasi berikutnya. Dan hal ini menjadi kunci akan cita-cita Islam menuju kejayaan di masa yang akan datang.</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=122&amp;Itemid=37">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-09-08T15:30:00+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://telagahikmah.org/name</dc:source>
		<title>Hari Raya Fitr 1431H</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=122&amp;Itemid=37</link>
		<description> Kami Kru Telagahikmah Mengucapkan   &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1573;&amp;#1605;&amp;#1575;&amp;#1605; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1740; (&amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1610;&amp;#1607; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1587;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1605;) :  &amp;#64831;&amp;#1573;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1610;&amp;#1583;&amp;#1612; &amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606; &amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1608;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1705;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614; &amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1705;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1608;&amp;#1605;&amp;#1613; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1589;&amp;#1740; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1601;&amp;#1610;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1607;&amp;#1608; &amp;#1593;&amp;#1610;&amp;#1583;&amp;#1612;&amp;#64830;   (Nahj al-Balaghah, hikmah 428)   </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=118&amp;Itemid=26">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-08-25T22:20:49+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://telagahikmah.org/name</dc:source>
		<title>Masjid dan Anak-anak Kita</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=118&amp;Itemid=26</link>
		<description>Oleh : Ismail Amin   Bagi yang pernah ke Iran, tinggal dalam waktu yang lama atau sekedar berziarah dan berkunjung dalam waktu yang singkat, dan menyempatkan diri untuk turut shalat berjama&amp;rsquo;ah di masjid-masjid besarnya, niscaya tidak akan luput dari fenomena, banyaknya anak-anak balita dan yang belum baligh yang turut terselip diantara jam&amp;rsquo;ah yang jumlahnya untuk mesjid besar sampai ribuan orang. Ke Masjid atau berziarah ke Haram (areal pemakaman wali-wali Allah) menjadi agenda rutinitas masyarakat muslim di Iran, mereka seringkali membawa seluruh anggota keluarga untuk shalat berjama&amp;rsquo;ah atau berziarah ke makam-makam suci yang mereka agungkan. Di saat-saat menunggu waktu masuknya shalat, anak-anak dengan mudah kita temui berkeliaran, di dalam masjid bukan hanya di halamannya, berkejaran, atau sekedar berteriak-teriak yang bagi kita tidak jelas maknanya. Bahkan aktivitas mereka tidak terhenti meskipun jama&amp;rsquo;ah telah berderet rapi dalam shaf, mereka tetap saja berkeliaran diantara jama&amp;rsquo;ah yang sedang sibuk dengan gerak-gerak shalatnya, meskipun karena sempat &amp;lsquo;dipaksa&amp;rsquo; untuk berdiri di samping orangtua masing-masing, mereka hanya antusias mengikuti gerak shalat orangtuanya di awal-awal gerakan, setelah itu, mereka lebih memilih untuk melakukan gerakan kreativitas sendiri yang terkadang sangat menggelikan.</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=117">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-08-11T16:46:24+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://telagahikmah.org/name</dc:source>
		<title>Marhaban ya Ramadhan</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=117</link>
		<description>Oleh: Ismail Amin          Dalam Kitab  Minhaj Al-Balaghah diriwayatkan, menjelang Ramadhan Rasulullah saww menyampaikan  sebuah khutbah,  &amp;ldquo;Wahai manusia, sudah datang kepada kalian bulan Tuhan yang  membawa berkat, rahmat, dan ampunan; bulan yang paling utama di sisi Tuhan dari  bulan mana pun. Paling utama hari-harinya, malam-malamnya, bahkan jam demi  jamnya. Inilah bulan ketika kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Tuhan. Di  bulan ini, kalian dijadikan orang-orang yang berhak memperoleh jamuan Tuhan. Di  bulan ini, nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian  diterima, dan doa kalian diijabah. Mohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus  dan hati yang bersih, supaya Dia membimbing kamu untuk menjalankan puasanya dan  membaca Kitab-Nya. Malanglah orang yang tidak mendapat ampunan Tuhan di bulan  yang agung ini. Kenanglah dengan lapar dan dahaga kamu di bulan ini lapar dan  dahaga pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada fakir miskin. Muliakan para  pemimpin kamu dan kasih-sayangi orang-orang kecil di antara kamu. Sambungkan  persaudaraan kamu. Pelihara lidah kamu. Jagalah dirimu agar kamu tidak melihat  apa yang tidak boleh kamu lihat dan tidak mendengar apa yang tidak boleh kamu  dengar. Sayangilah anak-anak yatim orang lain supaya Tuhan menyayangi anak-anak  yatim kamu.&amp;rdquo;</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=67&amp;Itemid=26">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2010-07-30T15:30:00+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://telagahikmah.org/name</dc:source>
		<title>Bekerja Merupakan Ibadah kepada Allah</title>
		<link>http://telagahikmah.org/name/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=67&amp;Itemid=26</link>
		<description>Oleh: Laogi Mahdi Pada suatu siang yang terik, Imam Muhamamd Baqir As sedang bekerja keras di ladangnya. Seseorang yang bernama Muhammad bin Munzir sedang berjalan dengan cepat. Tatkala ia melihat Imam kepanasan dan kelelahan dari kerja keras yang telah ia lakukan. Sang Imam sedang beristirahat dengan kedua budaknya. Muhammad bin Munzir berkata kepada Imam bahwa ia tidak perlu bekerja keras lantaran ia adalah seorang alim yang terkemuka.Orang itu lebih jauh berkomentar,  Apa yang akan engkau lakukan bila sang maut datang menjemputmu sementara engkau sedang sibuk mengejar urusan duniawi? Ucapan orang itu membuat Imam gusar. Ia berkata,  Biarkanlah sang maut datang menjemputku sementara Aku beribadah kepada Allah Swt. Aku bekerja untuk menutupi keperluanku dan keperluan keluargaku. Maksud Imam Baqir As adalah bahwa bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan tujuan untuk membantu diri dan keluarga merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Islam tidak suka melihat kita bermalas-malasan dan meminta-minta kepada orang lain.</description>
	</item>
</rdf:RDF>
