Advertisement
In Memoriam Ayatullah Bahjat Qr PDF Print E-mail
Selasa, 19 Mei 2009

Oleh: Ummu 'Aliyan

Sample ImageHari perpisahan itu akhirnya datang juga, semuanya sedih dan menangisi perpisahan getir ini. Beginilah ketentuan yang harus dijalani dan harus dilalui, ya pada petang  hari Ahad, 17 Mei 2009 -dalam usianya yang penuh berkah 96 tahun- Allah Swt telah memanggil manusia langit ini dari kita semua. Semasa hidupnya, anak-anak dan orang dewasa, kawula muda dan orang tua senantiasa mengelilingi beliau untuk menyeruput berkah dan mengambil pendaran di bawah cahaya wujudnya. Wajah teduhnya sebagaimana hadis nabawi senantiasa mengingatkan orang kepada Allah. Mendengar tutur-katanya akan menambah khazanah keilmuan. Dan membuat siapa saja yang melihat perilakunya berhasrat kepada akhirat. Kini saat-saat indah, syahdu dan maknawi itu  tinggal kenangan yang senantiasa akan menjadi spirit yang bergelora untuk mengajak siapa saja berlari mengikuti jejak langkahnya. Gema takbiratul ihram shalatnya di Masjid Fathimiyah tentu akan selalu dirindukan oleh orang-orang yang mengikuti salat jamaah bersamanya. Shalat bersamanya siap menghantarkan siapa saja yang mengikutinya untuk melanglang mengembara melintasi lorong-lorong ruang-waktu melesak mikraj ke haribaan Tuhan.

Rahbar, Imam Ali Khamenei, yang ketika itu sedang berada di Zanandaj (Kurdistan) langsung menyampaikan pesan bela sungkawa atas wafatnya marja' agung Syiah ini. Semua media, baik cetak maupun elektronika menyiarkan kabar dan mengkhususkan siaran dan tulisannya untuk menyoroti sisi kehidupan manusia besar ini, baik dari sisi maknawi maupun keilmuannya dan dari sisi kedekatannya dengan masyarakat umum.

 

 

Sample Image Pihak pemerintah memberlakukan hari berkabung nasional selama 3 hari, sementara kalangan Hauzah Ilmiah Qum meliburkan pelajarannya selama 2 hari dan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di kota Qum pada hari pemakamannya meniadakan pelajaran guna memberikan kesempatan kepada anak didiknya untuk berpartisipasi pada rangkaian acara pemakaman ulama Rabbani yang diadakan pada pagi hari ini, Selasa, 19 Mei 2009 di samping haram Hadrat Ma'sumah As, Qum setelah di adakan acara penghormatan terakhir terhadapnya yang bertolak dari Masjid Sekolah Tinggi Imam Khomeini, dimana tempat yang penuh berkah ini adalah tempat belajar pelajar agama luar negeri, termasuk mahasiswa Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh beberapa Marja' Agung Syi'ah, ulama, Presiden Iran, Ketua Parlemen Iran, Ketua Mahkamah Agung, para pejabat tinggi negara dan jutaan masyarakat Iran, khususnya penduduk Qum.  Dan shalat jenazah suci itu diimami oleh Ayatullah Jawadi Amuli.

Sample Image

 

 Biografi singkat Ayatullah Agung Bahjat

Ia lahir pada penghujung tahun 1334 H di sebuah keluarga yang taat beragama, di sebuah kota santri bernama Foman yang ada di Provinsi Gilan. Ketika ia belum berusia 16 bulan ibundanya telah meninggal dunia. Pada masa kecilnya ia diasuh oleh seorang ayah yang sangat mencintai kepada Ahlul Bayt As, terutama kepada Imam Husain As. Oleh ayahnya, ia banyak di bawa ke majelis-majelis Imam Husain As, sehingga ia memperoleh berkah dari majelis itu. Semenjak masa kanak-kanak telah terlihat tanda-tanda kecerdasannya dan kecintaannya yang sangat luar biasa pada ilmu-ilmu agama.

Pelajaran perdananya ia tempuh di Perpustakaan Kota Fuman. Kemudian ia melanjutkan pendidikan agamanya di kota itu juga. Rasa hausnya terhadap ilmu-ilmu agama mendorongnya untuk pergi ke Irak dan bermukim di Karbala. Ketika itu ia berusia 14 tahun. Selama 4 tahun berada di Karbala, di samping sibuk menerima  pelajaran Ushul dan Fiqh dari guru-guru besarnya, ia juga melakukan pembersihan jiwa di tempat yang penuh berkah ini.   

Kemudian ia pergi ke Najaf untuk melanjutkan pendidikan seminarinya. Dan pada tingkatan-tingkatan akhir pelajarannya ia berguru kepada ulama-ulama besar seperti Ayatullah Agha Syaikh Murthada Thaliqani. Guru-guru besarnya dalam bidang Fiqh dan Ushul diantaranya: Agha Sayid Isfahani, Agha Dhiza' Araki, Agha Mirzai Naini, Agha Syaikh Muhammad Kazhim Syirazi.

Ketika umurnya 18 tahun ia sudah mendalami dan menjalani suluk irfaninya. Ia berguru kepada Arif besar Ayatullah Sayid Ali Agha Qadhi dan Agha Sayid Abdul Ghafar.  Ayatullah Syaikh Muhammad Husain Kumpani Isfahani memberikan perhatian khusus kepadanya. Pada saat itu juga, ia telah memberikan pelajaran-pelajaran tinggi.  Dalam bidang filsafat, seperti pelajaran Asfar Mulla Shadra dan Isyarat Ibnu Sina ia berguru kepada Ayatullah Sayid Hasan Badkubei.

Ia kembali ke Iran pada tahun 1363. Di Kota suci Qum, ia hadir dalam pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Ayatullah Burujerdi, Imam Khomeini, Gulpaigani.

Kemarjaiyahannya diumumkan oleh Jamiah Mudarisin Qom (Asosiasi Dewan Guru Hauzah Ilmiah Qum) dimana Ayatullah Bahjat adalah salah satu dari 7 marja yang diperkenalkan kepada masyarakat. Ulama-ulama yang juga memberikan pengumuman tentang kemarjaiyahannya di antaranya adalah Ayatullah Mizbah Yazdi, Ayatullah Jawadi Amuli, Ayatullah Misykini.

Selama di kota Qum, ia mendidik dan telah menghasilkan pribadi-pribadi unggul.  Dan ia memberikan pelajaran dalam bidang (Advanced ) Fiqh dan Ushul lebih dari 40 tahun.

 

 

Kedekatan Ayatullah Bahjat dengan Imam Khomeini

Ayatullah Mizbah Yazdi, salah seorang muridnya berkata: "Aku  nasehatkan  supaya kalian menaruh perhatian juga kepada masalah-masalah politik dan kemasyarakatan, dan khususnya kebudayaan. Kadang-kadang kami juga memyampaikan pesan Ayatullah Bahjat kepada Imam Khomeini dalam masalah politik dan pada sekali waktu saya pribadi yang menjadi perantara untuk menyampaikan pesan itu, dan pada waktu yang lain, orang lain yang menyampaikan pesan itu". Imam Khomeini memberikan perhatian khusus kepadanya dan pada berbagai kesempatan beliau memberikan isyarat tentang kedekatannya dengan Ayatullah Bahjat. Ayatullah Mas'udi menceriterakan, "Pada sekitar tahun 1341 dan 1342 Syamsiyah,-sekitar tahun 1963 dan 1964- Agha Bahjat berkata kepadaku supaya menyampaikan pesannya  kepada Imam Khomeini untuk berkorban dengan memotong kambing besok pagi dan pada jam yang telah ditentukan. Kemudian aku datang menemui Imam Khomeini untuk menyampaikan pesan ini. Beliau (Imam Khomeini) pada saat itu langsung memberikan perintah kepadaku untuk menemui Agha Faraji –ia kini masih hidup- supaya berkorban atas nama Imam dan kemudian akan kami bayar biayanya." . Masih menurut Ayatullah Mas'udi, ia menambahkan "Pada kesempatan yang lain, Ayatullah Bahjat menyampaikan pesan kepadaku untuk kemudian aku sampaikan kepada Hadzrat Imam guna berkorban dengan 3 kepala kambing supaya terhindar dari mara bahaya, kemudian Imam pun langsung memerintahkan untuk melaksanakan pesan Ayatullah Bahjat itu. Ia melanjutkan tuturannya: Ini semua hanyalah hubungan Imam Khomeini dan Ayatullah Bahjat yang kami ketahui dari dhahirnya saja, sedangkan kami tidak tahu bagaimana hubungan batin di antara mereka."      

 

 

Pandangan-pandangan ulama abad ini tentang kepribadiaannya

Berikut ini untuk memperkenalkan sosok Ayatullah Bahjat Qs kita akan menukil beberapa ucapan ulama besar Syiah terkait keutamaannya.

Allamah Thabathabai Ra berkata, "Ia (Ayatullah Bahjat) adalah seorang hamba yang saleh"

 Ayatullah Bahaudini Ra : "Orang yang paling kaya pada masa sekarang ini dari sisi kemaknawiyahan adalah Agha Bahjat"

 Ayatullah Misykini Ra berkata: Ia dari sisi fiqih dan Ushul berada pada tingkatan yang sangat tinggi di antara fuqaha Syiah dan dari sisi ketakwaan dan kewaraannya telah mencapai derajat yang sangat luar biasa…"

 Allamah Taqi Ja'fari berkata: "Dalam hadis disebutkan bahwa ziarah kepada ulama lebih dicintai oleh Allah Swt ketimbang 70 kali melakukan tawaf. Bentuk nyata dari ulama ini adalah Ayatullah Bahjat. Hanya melihat dan bertemu dengan beliau saja merupakan sebuah nasehat. Setiap kali aku melihatnya, sampai beberapa hari pengaruh dari pertemuan ini terus membekas dalam diriku…"

 

 

6 Pelajaran Penting untuk Mensucikan Jiwa

Ayatullah Bahjat Qr melewati masa hidupnya yang penuh berkah dengan penuh pengabdian kepada Tuhan (Khaliq) dan  manusia (makhluk). Nasihat yang meluncur dari bibir teduhnya bak hujan yang mengguyuri tanaman kering. Sederhana dan tegas merupakan ciri khasnya dalam memberikan wejangan. Termasuk dalam pelajaran-pelajaran akhlak dan irfan. Di sini kami akan sampaikan beberapa nasihat berupa pelajaran akhlak dan irfan yang dapat menjadi sangu berharga bagi mereka yang ingin menjalani proses sair-suluk dan pensucian jiwa.  

Pertama, Segala permasalahan, baik yang sepele maupun yang serius harus diketahui demi tercapainya kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat. Seperti  melakukan penghambaan kepada Allah Swt, meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa. Perhatikan pula masalah-masalah yang berkenaan dengan prinsip-prinsip keagamaan (akidah) dan amalkan. Apa-apa yang sudah kita ketahui, amalkan. Hati-hatilah beramal dalam segala sesuatu  yang tidak kita ketahui sampai masalah itu jelas hukumnya. Kalau kita amalkan hal ini, kita tidak akan menemui sedikitpun kerugiam dan tidak pula akan kecewa. Kalau kemauannya kuat dan sungguh-sungguh , Tuhan akan memberikan pertolongan dan taufiknya kepadanya. Kedua,  Aku berkata: "A". Ia berkata: "Apa lagi?". Kemudian kukatakan lagi kepadanya: "Bukan apa-apa". Kalau di rumah ada seseorang, satu ucapan memadai. Aku telah berulang kali berbicara  kepadamu bahwa,  "Seseorang yang yang telah tahu apa-apa yang diajarkan oleh Tuhan-mu, maka Ia akan menjadi teman bagimu, tidak perlu lagi ada nasehat yang lain. Ia tahu segala sesuatu yang harus dikerjakan. Dan telah pula mengerti apa-apa yang harus dihindari. Tahu bahwa segala yang telah diketahui itu harus diamalkan dan dan tahu pula dalam urusan yang ia tidak ada ilmu di dalamnya ia harus berhati-hati.". Ketiga, seseorang yang meyakini akan adanya pencipta dan yang diciptakan, maka ia akan pula meyakini dan akan menjalin hubungan dengan para nabi  dan orang-orang saleh. Ia akan pula bertawassul kepada mereka. Ia akan menyesuaikan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan mereka dalam bertindak. Dalam beribadah, ia hanya menempatkan Tuhan di hatinya. Ke empat, tidak ada dzikir yang paling tinggi nilainya kecuali dzikir amal. Dan tidak ada dzikir amal yang lebih berarti kecuali meninggalkan maksiat. Dan meninggalkan maksiat tidak bisa diraih kecuali dengan senantiasa berhati-hati dalam bertindak. Ke lima, hendaklah kalian kerjakan shalat 5 waktu pada awal waktu dengan segala kehadiran kalbu. Dan kalau Anda lakukan hal ini, maka Anda akan menemui kebahagiaan yang sesungguhnya dan tidak akan pernah menyesal. Ke enam, kita semua telah mengetahui bahwa secara dzati Allah Swt adalah Maha Kaya, dan tidak memerlukan ibadah yang kita lakukan dan tidak pula membutuhkan keimanan hamba-hamba-Nya. Namun, harus kita ketahui bahwa tujuan dari hidup ini adalah hanya untuk mengingat, taat dan beribadah hanya semata-mata kepada  Allah Swt sehingga kita bisa meraih kepada derajat yang paling tinggi.[]

Selamat jalan wahai hamba shaleh

Selamat jalan wahai arifbillah..

Selamat jalan wahai ahli zuhud

Selamat jalan wahai pemimpin jihad akbar

Sampaikan salam kami kepada sang junjungan

 

Ucapan belasungkawa atas berpulangnya ke rahmatulLah Ayatullah Bahjat kepada Imam Shahib al-Ashr wa al-Zaman, Pemimpin Revolusi, Para Marja', Para guru dan pelajar Hauzah Ilmiah dan kepada seluruh kaum Syiah di seantero alam khususnya kepada seluruh muqallidnya.

Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un..

 

 

Last Updated ( Selasa, 19 Mei 2009 )
 
Next >