Advertisement
Refleksi
Korelasi antara Ketakwaan dan Santapan Kita PDF Print E-mail
Jumat, 16 Juli 2010

Oleh: Ismail Amin

Sample Image“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali-Imran: 102).

Penggalan firman suci ini bukan sesuatu yang asing lagi kita dengar, hampir setiap da’i dan muballigh kita sebelum memulai nasehat-nasehat keagamaannya lebih lanjut sering mengawalinya dengan berpesan dan mengingatkan dalam hal ketakwaan. Bahkan dalam kehidupan seharian dengan mudah kita menemukan kata-kata takwa; dalam butir-butir Pancasila, dalam spanduk-spanduk pesan kemasyarakatan, dalam butiran misi lembaga-lembaga pendidikan dan dalam setiap pasal persyaratan untuk menjadi pemimpin atau menduduki jabatan dalam sebuah organisasi atau lembaga pemerintahan dan dalam butiran nasehat orang-orang tua kita. Namun dengan sedemikian akrabnya kita dengan idiom ‘takwa’ ini, apakah kita telah menemukan orang yang benar-benar bertakwa? Seberapa gigihkah kita untuk menjadi insan yang bertakwa? Atau kita perlu mengajukan pertanyaan, sedemikian pentingkah ketakwaan itu?.

Last Updated ( Jumat, 16 Juli 2010 )
Read more...
 
Bersama Kafilah Al-Husain di Padang Arafah PDF Print E-mail
Senin, 03 Mei 2010

Oleh: Zinat Badri

 Sample ImageDo’a Arafah merupakan salah satu do’a penting yang menjelaskan sisi ritual dan politik ibadah haji. Do’a ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang sementara menunaikan ibadah haji, namun juga dapat dibaca kapan dan dimana saja lantaran pelajaran yang terkandung di dalamnya dapat menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan.

Do’a ini merupakan ajakan bergabung dengan kafilah al-Husain, sebagai seorang muwahhid, arif, sahaya, ahli makrifat, pejuang, pemberani,  penentang tirani, politisi Ilahiah, dan sebagai penyeru kebebasan.

          Do’a Arafah adalah do’a multi dimensi. Salah satu dimensinya adalah rajutan komunikasi yang terajalin antara arif dan makruf, antara orang yang mengenal dan dikenal. Disebut do’a arafah lantaran do’a ini merupakan pengakuan seorang arif kepada makruf. Dalam do’a Arafah pengakuan seorang arif tampak jelas dalam ungkapan lirih Imam Husain, "Akulah wahai Tuhanku yang mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku, akulah yang berbuat kejelekan, akulah yang bersalah, akulah yang menginginkan (maksiat), akulah yang bodoh, akulah yang lalai, akulah yang lupa, akulah yang bersandar (pada-Mu), akulah yang sengaja (berbuat dosa), akulah yang berjanji dan akulah yang mengingkari, akulah yang merusak, akulah yang menetapkan, akulah yang mengakui akan nikmat-Mu atasku, namun aku menghadap-Mu dengan dosa-dosaku. Maka, ampunilah aku. Wahai Dzat yang tidak dirugikan oleh dosa-dosa para hamba-Nya. Ia-lah yang Maha Kaya (dan tidak memerlukan) terhadap ketaatan mereka dan memberikan taufik kepada orang yang beramal salih dari mereka dengan pertolongan dan rahmat-Nya. Maka, bagi-Mu segala puji wahai Tuhanku."

Read more...
 
Banyak-banyaklah Mengingat Allah PDF Print E-mail
Kamis, 01 April 2010

Oleh; Ismail Amin

Sample Image“Barang siapa yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami kuasakan atasnya setan (yang menyesatkan), lalu setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (Qs. Az-Zukhruf: 36).

Dari ayat suci ini jelas dan terang, bahwa untuk tidak terjebak pada penguasaan syaitan maka kita tidak boleh lalai apalagi berpaling dari mengingat Allah SWT. Keutamaan mengingat Allah bukan sekedar agar terhindar dan terlepas dari godaan dan gangguan syaitan, namun lebih dari itu, mengingat Allah adalah ibadah yang lebih besar keutamaannya dibanding ibadah-ibadah yang lain. Allah SWT berfirman, “…dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).” (Qs. Al-Ankabut: 45). Dikatakan mengingat Allah (dzikrullah) lebih besar keutamaannya karena pada hakikatnya setiap ibadah yang dilakukan (shalat, zakat, puasa, naik haji, jihad, ‘amar ma’ruf nahi munkar dan lain-lain) adalah dalam rangka semata-mata untuk mengingat Allah. Ayatullah Husain Mazhahiri dalam kitabnya Jihad an-Nafs menafsirkan firman Allah SWT,  “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (Qs. Thaha: 41) dengan mengartikan, “Tidak ada Tuhan yang memberikan pengaruh di alam wujud selain Aku, dan wajib atas kamu beribadah kepada-Ku dengan tujuan mengingat Aku, yang merupakan sebesar-besarnya kewajiban.”

Last Updated ( Kamis, 01 April 2010 )
Read more...
 
Kautsar Muhammadi PDF Print E-mail
Minggu, 14 Juni 2009

Oleh: Akmal Kamil

Sample ImageHari ini, 20 Rabiutsani, merupakan hari bahagia buat pasangan idaman Rasulullah Saw dan Khadijah. Hari dimana terlahir dari sebuah keluarga nabawi seorang putri yang kelak menjadi penghulu di alam semesta dan teladan wanita sepanjang masa. Wajar jika hari ini disematkan sebagai hari ibu atau hari wanita yang dimaksudkan untuk merayakan dan memperingati kelahiran seorang bunda yang melahirkan putra-putri unggul dalam pentas sejarah umat manusia atau seorang wanita yang meski berusia belia telah menjadi sumber keteduhan bagi sang ayah. Seorang wanita yang tak terperikan kepribadiannya sedemikian sehingga Dr. Syariati hanya mampu melukiskan kepribadiannya dengan menulis sebuah buku…Fatimah is Fatimah…Fatimah adalah Fatimah. Karena tiada yang mengenalnya dengan baik kecuali Allah, Rasul-Nya dan suami kinasihnya. Hadrat Fatimah az-Zahra As lahir menghiasi kebahagiaan Hadrat Khadijah As dan Rasulullah Saw. Sebelum kelahirannya, Nabi Saw memiliki dua putra, Qasim dan Tahir, akan tetapi kedua putra beliau ini meninggal selagi mereka masih belia.

Last Updated ( Minggu, 14 Juni 2009 )
Read more...
 
Menimbang Kejujuran Iman Kita PDF Print E-mail
Senin, 02 Pebruari 2009

 Oleh: Ismail Amin

 

Sample ImageBenar kata Emha Ainun Nadjib, Israel memang nyusahin. Kita harus repot karenanya. Mahasiswa dan para aktivis harus memperpanjang durasi aksinya. Alim ulama kita harus mengakhiri doa dengan kutukan atas Israel dan doa keselamatan buat Palestina. Ormas-ormas Islam lomba-lomba membuat pernyataan sikap, kerasnya butir-butir pernyataan sikap menjadi parameter baru islami tidaknya sebuah ormas. Mereka pun harus menggelar tabligh akbar dimana-mana dan berkali-kali. Blogger mengisi blognya dengan data-data terbaru dari lokasi konflik dan mengganti headshootnya dengan gambar bendera Palestina sebagai bentuk dukungan. Media yang diincar pembaca adalah yang paling lengkap mengabarkan suasana panas di Gaza, para wartawanpun harus lebih gesit berburu berita. Pada sisi lain, sebagian dari pemimpin Arab jadi ketahuan belangnya, garis politik luar negeri Barrack Obama jelas sudah, Ahmadi Nejadpun selama ini hanya dinilai omong kosong. Di dalam negeri, PKS pun kena getahnya, dianggap telah mencuri start kampanye dengan menjadikan penderitaan rakyat Gaza sebagai komoditi politik. Yang lebih gress, Dr. Luthfi Assyaukanie –salah seorang tokoh JIL yang merupakan mahasiswa asing pertama Universitas Melbourne yang memenangkan "Chancellor's Prize" setelah tesis doktoralnya terpilih sebagai disertasi terbaik- dengan catatannya tentang Israel, membuat dia mendapat gelaran baru, setidaknya ada dua, Luthfik (beLUTH munaFIK) dan Luthfi Asy-Syaitanie.

Last Updated ( Senin, 02 Pebruari 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 1 - 9 of 25