Advertisement
Filsafat & Irfan
Menapak Jalan Menuju Hakikat PDF Print E-mail
Sabtu, 31 Januari 2009

Oleh: Ruhullah Syams

 

 

Sample ImageSetiap manusia yang meyakini keberadaan realitas zahir dan batin (gaib), tentunya berpikiran tentang jalan untuk meraih dan menggapai kedua realitas tersebut. Karena realitas zahir adalah sesuatu yang terang, jelas, dan bahkan badihi (swa-bukti) bagi setiap orang, maka jalan ini sangatlah mudah untuk ditapaki dan diraih oleh semua orang. Misalnya ketika seseorang merasa haus atau lapar, dengan mudah ia dapat menghilangkan dahaga atau laparnya dengan meneguk air atau menyantap makanan. Namun, terkadang dikarenakan realitas zahir ini juga, kebanyakan manusia pada akhirnya  mengabaikan realitas batin. Padahal realitas ini jauh lebih sempurna, lebih indah, dan lebih permanen dari realitas lahir.

Last Updated ( Sabtu, 31 Januari 2009 )
Read more...
 
Sisi Irfan Asyura PDF Print E-mail
Kamis, 08 Januari 2009

Oleh: Ruhullah Syams

Sample ImageKecintaan adalah suatu makna yang  inheren di dalam diri pemilik cinta, dan dia bermakna konsepsi kesempurnaan dan keindahan dari dimensi ia mempunyai pengaruh terhadap pemiliknya. Dan ia menjadi penyebab terciptanya hubungan mesra dan harmoni antara sesuatu dengan sesuatu lainnya. Kecintaan merupakan wasilah bagi terjalinnya hubungan antara setiap pencari dan tujuan akhir, antara setiap murid dengan muradnya. Setiap pencinta mendapatkan daya tarik kepada yang dicintainya sehingga dia dengan perantara pertemuan (wusul) dengan mahbub (yang dicintai) menemukan kesempurnaan. Kehidupan imam Husain As, seluruhnya tajalli kecintaan. Imam Husain As, tidak hanya pencinta Tuhan, akan tetapi juga pencinta segala apa yang berasal dari-Nya. Beliau merupakan orang terdepan dalam jalan kecintaan, dia setiap saat mendambakan pertemuan dengan Tuhan, sehingga dengan cahaya-Nya dia terbimbing ke puncak perjamuan dan bersama kakeknya Rasulullah Saw, ayahandanya Amirul mukminin Ali As, ibundanya hadhrat Fatimah As, dan saudaranya imam Hasan As serta para nabi dan wali Tuhan lainnya bergabung dalam kafilah pimpinan pencinta Ilahi.

Last Updated ( Kamis, 08 Januari 2009 )
Read more...
 
Filsafat Revolusi Husaini PDF Print E-mail
Selasa, 06 Januari 2009

Oleh: Muhammad Adlany       

Sample ImageSetiap pergerakan dan  revolusi –baik yang bersifat religius maupun non religius- yang terjadi dalam lintasan sejarah manusia pastilah memiliki asas, landasan, motivasi, dan tujuan. Asas dan tujuan inilah yang akan mewarnai dan menafasi suatu pergerakan dan revolusi dari awal lahirnya hingga terwujudnya serta kelanggengannya.

Revolusi dan pergerakan Imam Husain As melawan rezim Yazid bin Muawiyah yang berujung pada kesyahidan beliau, keluarganya, dan para sahabatnya tak terlepas juga dari asas, falsafah, dan tujuan pergerakan itu sendiri.

Sesungguhnya revolusi dan pergerakan Imam Husain As adalah bersifat religius dan secara substansial tidak berbeda dengan pergerakan Rasulullah saw dan para Nabi-nabi Ilahi sebelumnya. Pergerakan beliau tidak lain adalah perpanjangan dari pergerakan-pergerakan Ilahi yang dimotori oleh para Nabi dan Rasul yang diutus oleh Tuhan yang terjadi pada masa-masa yang lampau. 

Read more...
 
Hermeneutik Irfani; Menembus Batas Eksoterik Teks PDF Print E-mail
Selasa, 21 Oktober 2008

Oleh: A. Kamil

 

Sample ImageBahasa Irfan adalah bahasa penyingkapan (kasyf) dan syuhud (penyaksian). Penyingkapan-penyingkapan irfani memberikan ungkapan dan pandangan khusus kepada lisan dan mata seorang arif tentang keberadaan dan kosmos eksistensi. Ungkapan dan pandangan ini merupakan hasil dari pengalaman esoterik dan temuan-temuan irfani. Dan ketika terkait dalam batasan teori dan penalaran (reasoning) ia berada dalam ruang-lingkup irfan teoritis, dua hal yang harus tuntas dalam pembahasan epistemologi irfani.

Dalam disiplin ilmu Irfan Islami, teoritis atau praktis, muksyafah (disclosure) merupakan masalah yang paling utama. Masalah ini telah dan tetap menjadi perhatian sepanjang masa.

Dalam Irfan praktis, amal dan olah-batin merupakan starting-point dan jalan thariqat menuju hakikat. Dengan meniti jalan sair suluk di penghujung seorang salik akan hinggap pada mukasyafah atas nama-nama atau dzati. Dengan demikian, kasyf (penyingkapan) dan syuhud (penyaksian) merupakan ujung jalan bagi seorang salik. Atas dasar ini, mukasyafah merupakan titik-henti (ending point) irfan praktis dan titik-mula (starting point) irfan teoritis.  Kasyf dan syuhud adalah media untuk mengakses alam meta-natural atau umumnya disebut sebagai meta-fisika.  

Last Updated ( Sabtu, 25 Oktober 2008 )
Read more...