|
Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan |
|
Jagad Islam
|
|
Kamis, 02 September 2010 |
الإمام علی (عليه السلام) :
﴿ أفضَلُ الأعمَالِ فِي هَذَا الشَّهرِ، الوَرَعُ عَن مَحَارِمِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ ﴾
Imam Ali AS. bersabda : Paling mulianya amalan dibulan ini (Ramadhan) adalah menjauhkan diri dari apa-apa yang diharamkan Allah 'Azza wa Jalla (Bihar al-Anwar, jilid 42, hal. 142) |
|
|
Masjid dan Anak-anak Kita |
|
Akhlak & Tarbiyah
|
|
Kamis, 26 Agustus 2010 |
|
Oleh : Ismail Amin
Bagi yang pernah ke Iran, tinggal dalam waktu yang lama atau sekedar berziarah dan berkunjung dalam waktu yang singkat, dan menyempatkan diri untuk turut shalat berjama’ah di masjid-masjid besarnya, niscaya tidak akan luput dari fenomena, banyaknya anak-anak balita dan yang belum baligh yang turut terselip diantara jam’ah yang jumlahnya untuk mesjid besar sampai ribuan orang. Ke Masjid atau berziarah ke Haram (areal pemakaman wali-wali Allah) menjadi agenda rutinitas masyarakat muslim di Iran, mereka seringkali membawa seluruh anggota keluarga untuk shalat berjama’ah atau berziarah ke makam-makam suci yang mereka agungkan. Di saat-saat menunggu waktu masuknya shalat, anak-anak dengan mudah kita temui berkeliaran, di dalam masjid bukan hanya di halamannya, berkejaran, atau sekedar berteriak-teriak yang bagi kita tidak jelas maknanya. Bahkan aktivitas mereka tidak terhenti meskipun jama’ah telah berderet rapi dalam shaf, mereka tetap saja berkeliaran diantara jama’ah yang sedang sibuk dengan gerak-gerak shalatnya, meskipun karena sempat ‘dipaksa’ untuk berdiri di samping orangtua masing-masing, mereka hanya antusias mengikuti gerak shalat orangtuanya di awal-awal gerakan, setelah itu, mereka lebih memilih untuk melakukan gerakan kreativitas sendiri yang terkadang sangat menggelikan. |
|
Read more...
|
|
|
Jagad Islam
|
|
Kamis, 12 Agustus 2010 |
|
Oleh: Ismail Amin Dalam Kitab Minhaj Al-Balaghah diriwayatkan, menjelang Ramadhan Rasulullah saww menyampaikan sebuah khutbah, “Wahai manusia, sudah datang kepada kalian bulan Tuhan yang membawa berkat, rahmat, dan ampunan; bulan yang paling utama di sisi Tuhan dari bulan mana pun. Paling utama hari-harinya, malam-malamnya, bahkan jam demi jamnya. Inilah bulan ketika kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Tuhan. Di bulan ini, kalian dijadikan orang-orang yang berhak memperoleh jamuan Tuhan. Di bulan ini, nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian diijabah. Mohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang bersih, supaya Dia membimbing kamu untuk menjalankan puasanya dan membaca Kitab-Nya. Malanglah orang yang tidak mendapat ampunan Tuhan di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan lapar dan dahaga kamu di bulan ini lapar dan dahaga pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada fakir miskin. Muliakan para pemimpin kamu dan kasih-sayangi orang-orang kecil di antara kamu. Sambungkan persaudaraan kamu. Pelihara lidah kamu. Jagalah dirimu agar kamu tidak melihat apa yang tidak boleh kamu lihat dan tidak mendengar apa yang tidak boleh kamu dengar. Sayangilah anak-anak yatim orang lain supaya Tuhan menyayangi anak-anak yatim kamu.” |
|
Read more...
|
|
|
Bekerja Merupakan Ibadah kepada Allah |
|
Akhlak & Tarbiyah
|
|
Sabtu, 31 Juli 2010 |
|
Oleh: Laogi Mahdi Pada suatu siang yang terik, Imam Muhamamd Baqir As sedang bekerja keras di ladangnya. Seseorang yang bernama Muhammad bin Munzir sedang berjalan dengan cepat. Tatkala ia melihat Imam kepanasan dan kelelahan dari kerja keras yang telah ia lakukan. Sang Imam sedang beristirahat dengan kedua budaknya. Muhammad bin Munzir berkata kepada Imam bahwa ia tidak perlu bekerja keras lantaran ia adalah seorang alim yang terkemuka.
Orang itu lebih jauh berkomentar, "Apa yang akan engkau lakukan bila sang maut datang menjemputmu sementara engkau sedang sibuk mengejar urusan duniawi?" Ucapan orang itu membuat Imam gusar. Ia berkata, "Biarkanlah sang maut datang menjemputku sementara Aku beribadah kepada Allah Swt. Aku bekerja untuk menutupi keperluanku dan keperluan keluargaku." Maksud Imam Baqir As adalah bahwa bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan tujuan untuk membantu diri dan keluarga merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Islam tidak suka melihat kita bermalas-malasan dan meminta-minta kepada orang lain. |
|
Read more...
|
|
|
Korelasi antara Ketakwaan dan Santapan Kita |
|
Refleksi
|
|
Jumat, 16 Juli 2010 |
|
Oleh: Ismail Amin “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Qs. Ali-Imran: 102).
Penggalan firman suci ini bukan sesuatu yang asing lagi kita dengar, hampir setiap da’i dan muballigh kita sebelum memulai nasehat-nasehat keagamaannya lebih lanjut sering mengawalinya dengan berpesan dan mengingatkan dalam hal ketakwaan. Bahkan dalam kehidupan seharian dengan mudah kita menemukan kata-kata takwa; dalam butir-butir Pancasila, dalam spanduk-spanduk pesan kemasyarakatan, dalam butiran misi lembaga-lembaga pendidikan dan dalam setiap pasal persyaratan untuk menjadi pemimpin atau menduduki jabatan dalam sebuah organisasi atau lembaga pemerintahan dan dalam butiran nasehat orang-orang tua kita. Namun dengan sedemikian akrabnya kita dengan idiom ‘takwa’ ini, apakah kita telah menemukan orang yang benar-benar bertakwa? Seberapa gigihkah kita untuk menjadi insan yang bertakwa? Atau kita perlu mengajukan pertanyaan, sedemikian pentingkah ketakwaan itu?. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 1 - 15 of 98 |