Advertisement
Tawassul, Tanda Cinta Nabi pada Ummatnya
Akhlak & Tarbiyah
Kamis, 25 Pebruari 2010

Oleh; Ismail Amin

                                   

 Sample Image"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada- Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. Al-Maidah : 35).

 

                    Al-Qur’an menyatakan kepada kita bahwa ada suatu cara pendekatan “al-wasilah” untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, dan kita diperintahkan mencarinya. Salah satu wasilah pendekatan kepada Allah SWT yang kebanyakan kaum muslimin melupakannya, malah oleh rekayasa sejarah  dianggap kesyirikan adalah tawassul. Sesungguhnya tawassul dan wasilah berasal dari akar kata yang sama. Tawassul adalah usaha pendekatan kepada Allah melalui perantara yang lebih taat kepada Allah. Karena melalui perantara maka wasilah ini dianggap kesyirikan dengan dalih mengganggap ada selain Allah yang bisa mendatangkan manfaat dan memberikan mudharat atau praktik berdoa melalui perantara sama halnya memohon pertolongan kepada selain Allah. Sesungguhnya dalih ini tidak beralasan menganggap tawassul adalah usaha yang sesat dalam mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi menyamakan tawassul dengan menyembah berhala atau praktik tawassul kaum kafir jahiliyah yang menjadikan patung-patung buatan mereka sendiri sebagai perantara diri mereka dengan Allah.

Read more...
 
Berlaku Pemurah tapi Tidak Boros; Teladan Imam Ridha As
Akhlak & Tarbiyah
Senin, 15 Pebruari 2010

Oleh Laogi Mahdi

 

Sample ImageImam Kedelapan, Imam Ali ar-Ridha  As, sangat masyhur karena kemurahannya. Terdapat banyak riwayat tentang hidupnya yang menyebutkan watak pemurahnya.

Ketika kita mengkaji riwayat-riwayat ini, kita dapat mengambil pelbagai pelajaran dari Imam Ali ar-Ridha As. Meskipun ia tidak berada di hadapan kita, ia masih tetap mengajarkan dan membimbing kita melalui ucapan-ucapan, amal dan perbuatannya.

Suatu hari, seorang datang kepada Imam Ridha As dan meminta sesuatu kepadanya sesuai dengan keluasan kebaikannya. Imam Ali ar-Ridha berkata, "Aku tidak dapat menyanggupi permintaanmu itu." Lalu orang itu berkata, "Kalau begitu, berikanlah sesuai dengan keadaan diriku." Maka Imam Ali ar-Ridha As meminta budaknya untuk memberikan uang sebanyak dua ratus Dinar kepada orang itu.

Read more...
 
Iran dan Revolusi yang Belum Selesai
Cakrawala
Selasa, 09 Pebruari 2010

Oleh: Ismail Amin

 

Sample ImageBegitu memasuki bulan Februari, rakyat Iran disibukkan oleh hari-hari peringatan revolusi. Hari Kemenangan revolusi Islam 31 tahun lalu, bertepatan dengan 11 Februari tahun 1979, dalam penanggalan Iran tanggal 22 Bahman 1357 HS. Suasana gegap gempita di mulai dari sepuluh hari sebelumnya, yang merupakan hari kedatangan Imam Khomeini di Iran setelah pengasingannya di Perancis. Di seluruh pelosok negeri rakyat Iran melantunkan senandung kemenangan, Istiqlal, Ozodi, Jumhuri-e Islami (Independensi, Kebebasan dan Republik Islam). Gerakan massa yang dipimpin Imam Khomeini berhasil menumbangkan kekuasaan Rezim Syah Pahlevi. Kemenangan itu sekaligus membuktikan kekuataan massa tanpa senjata melawan rezim yang terkuat di Timur Tengah kala itu. Kemenangan revolusi Islam membuka lembaran baru bagi negara ini. Rakyat Iran memasang gambar-gambar Imam Khomeini, gambar para syuhada dilengkapi kata-kata perlawanan terhadap berbagai macam kedzaliman dan penindasan. Bendera Iran yang ditengahnya bertuliskan kalimat La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) berkibar dimana-mana.

Read more...
 
Cara Berkomunikasi
Cakrawala
Selasa, 26 Januari 2010
 

Mulutmu adalah Harimaumu

Oleh; Imroatul Mahmudah

            Komunikasi sebenarnya  telah diajarkan oleh Sang Pencipta Allah SWT, melalui kitabnya Al-Qur’an tentang bagaimana pentingnya komunikasi bagi umat manusia. Selain itu metode dakwah Islam yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebenarnya telah menerapkan prinsip komunikasi. Keberhasilan dakwah tidak bisa dilepaskan dari penerapan cara komunikasi Rasulullah SAW yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat itu.

“Mulutmu  adalah harimaumu”. Pernah kita dengar kan peribahasa itu? Memang, kata-kata yang kita ucapkan  memiliki kekuatan besar terutama bila kita betul-betul mengerti apa yang terkandung didalam kata-kata tersebut.

“Communication is the key to success” sebuah statement yang juga kerap kita dengarkan namun masih banyak yang gagal menerapkannya, berbagai alasan mengemukakan mulai dari ketidak percayaan diri, ketidaksempurnaan alat ucap (articulator) sampai dengan penampilan fisik yang tidak memadai.

Read more...
 
Studi Kritis Hadist
Cakrawala
Senin, 11 Januari 2010

  Studi Kritis Hadits “Kurun Generasi Terbaik” 

 Oleh; Ismail Amin

Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya". HR. Bukhari, no. 2652, Muslim, no. 6635.

 

Berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim di atas, ada tiga kelompok yang merupakan sebaik-baik manusia, yang hidup sezaman dengan Nabi saww yakni para sahabat, zaman setelahnya yakni tabi’in dan zaman setelahnya lagi, yakni generasi tabi’ut tabi’in. Inilah di antara hadits yang biasa digunakan kaum salafiyun dalam mendakwahkan pemahaman dan keyakinan Islam mereka. Dengan berlandaskan hadits ini pula dibuatlah teori baru mengenai bid’ah, bahwa bid’ah adalah apa-apa yang tidak ada pada tiga kurun setelah wafatnya Nabiullah Muhammad saww. Mereka senantiasa berargumentasi, bahwa apapun yang dianggap baik bagi agama ini, maka tiga generasi tersebut niscaya akan lebih dahulu melakukannya, karena mereka adalah sebaik-baik manusia, mereka memiliki pemahaman agama yang hanif, bersih dan lebih mendalam dibanding generas-generasi Islam setelahnya. Karenanya suatu kewajiban, pemahaman dan pendapat apapun mengenai agama ini harus merujuk kepada pemahaman ketiga generasi terbaik tersebut.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Results 1 - 15 of 91