Pesan Haji Wali Amr al-Muslimin
Imam 'Ali Khamenei Hf
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.
“Wahai Kaum Kami! Penuhilah panggilan dan seruan Allah dan berimanlah kepadaNya, niscaya Allah akan menghapuskan dosa-dosa kalian dan menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih” (Qs. al-Ahqaf :30)
Sekali lagi orang-orang yang memenuhi panggilan dan seruan ilahi-yang mengucapkan Labbaik dan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwa-telah menghadirkan dirinya di rumah Sang Kekasih. Hari-hari ritual ibadah haji telah tiba dan medan kerinduan serta harapan telah terhampar luas di hadapan para pencinta kesucian dan spritualitas. Saat ini Baitullah dan kiblat seluruh kalbu berada di hadapan Anda. Padang Arafah dan Muzdalifah telah disiapkan untuk menerima cucuran air mata zikir dan ma’rifah. Mina dan Shafa adalah sebuah universitas dalam rangka berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengusir setan. Kini telah tiba saatnya kesempatan emas untuk membangun diri dan memanfaatkan “telaga tauhid dan persatuan ” yang jernih. Tanamkanlah di dalam lubuk hati Anda yang paling dalam ucapan Labbaik yang telah Anda kumandangkan di permulaan ihram.
Panggilan Allah SWT untuk mendatangi rumahNya yang telah Anda penuhi. Maka, dengan renungan yang dalam, raihlah berkah dan faedah besar dari makna dan filsafat ibadah haji.Jika kewajiban haji dilakukan dengan penuh ma’rifah dan kesadaran, maka ia akan mampu memberikan karunia besar kepada seorang muslim yang melakukannya dan kepada seluruh umat Islam yang besar ini; mengantarkan pelakunya kepada sitausi ketentraman, kesucian, spritualitas dan mendekatkan kaum muslimin untuk menggapai persatuan, kemuliaan dan ketegaran.
Langkah awal bagi setiap jemaah haji adalah “membangun jiwa”nya. Ihram, thawaf, shalat, Muzdalifah, Arafah, Mina, melempar jumrah, menyembelih kurban dan mencukur rambut, semua itu adalah sebuah manisfestasi kepatuhan, ketaatan serta kerendahan manusia di hadapan Tuhannya dan ladang zikir, merendahkan dan mendekatkan diri padaNya. Oleh karena itu, janganlah Anda melakukan manasik yang penuh makna ini bak angin berlalu. Setiap musafir yang mendatangi “Rumah Tuhan” selama melakukan semua ritual haji, hendaklah menganggap dirinya berada di hadapan Tuhan, menyendiri dengan Kekasihnya, sekalipun ia berada di tengah keramaian manusia, bermunajat kepadaNya, meminta kepadaNya dan hatinya terpaut denganNya, megusir setan dan hawa nafsu dari lubuk hatinya serta mengikis karat tamak, iri hati, kepengecutan dan hawa nafsu dari dalam dirinya. Hendaklah ia bersyukur kepada Allah atas segala hidayah dan nikmatNya, menjinakan hatinya untuk rela berjihad di jalannya, menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap kaum mukminin dan kebencian terhadap pembangkang dan anti kebenaran, membulatkan tekad untuk memperbaiki diri dan dunianya, serta berjanji kepada Tuhannya untuk memakmurkan dunia dan akhiratnya.
Di sisi lain ibadah haji adalah gerakan masal. Tujuan Allah SWT menyeru mukminin untuk melakukan ibadah haji agar setiap individu dapat berjumpa dari dekat dengan yang lainnya dan menyaksikan sendiri kesatuan tubuh muslimin dengan mata kepala mereka. Haji adalah gerakan kolektif untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membebaskan diri (bara’ah) dari setan, jin dan manusia. Haji adalah manuver persatuan dan kesatuan umat Islam. Dan umat Islam-selama ini-tidak pernah membutuhkan rasa persaudaraan dan pembebasan diri dari kaum musyrikin lebih dari sekarang ini.
Hari ini, dunia Islam berada di dalam area pengepungan dari segala sisi, baik dari sisi ilmu pengetahuan, ekonomi, maupun propaganda, dan sekarang militer. Pendudukan Palestina dan Al-Quds menjalar kepada pendudukan Afganistan dan Irak. Saat ini gurita Zionisme dan imprealisme keji Amerika yang menjijikan telah mencanangkan sebuah konspirasi dan rekayasa untuk (menguasai) seluruh Negara Timur Tengah, bagian utara benua Afrika dan seluruh dunia Islam dan menjadikan gerakan kebangkitan yang hari ini merupakan “nyawa” baru yang telah ditiupkan di dalam tubuh umat Islam sebagai sasaran balas dendam dan permusuhannya.
Saat ini Amerika dan imprealisme Barat sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa pusat kebangkitan dan kesadaran terhadap rencana cengkraman hegemoni mereka terhadap seluruh dunia adalah Negara-negara Islam dan mereka meneriakan yel-yel anti narkoba. Merekalah yang mempertunjukan slogan seintisme dan globalisasi ilmu pengetahuan. Namun mereka pula yang menjadi penghalang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia Islam dan menganggap pengembangan tenaga nuklir untuk kepentingan sipil dan damai di negara-negara Islam sebagai dosa besar.
Mereka menuntut kebebasan dan pemenuhan hak-hak kaum minoritas. Namun merekalah yang mencabut hak mendapatkan pendidikan dari putri-putri muslimah akibat “dosa” mempertahankan pakaian Islam (jilbab). Mereka berlagak memperjuankan kebebasan berpendapat dan informasi. Namun mengemukakan akidah dan sikap atas Zionis dianggap sebagai sebuah tindakan kriminal. Bahkan mereka tidak mengizinkan untuk mencetak dan menyebarluaskan pemikiran dan buah pena para pemikir tersohor muslimin. Kami pun memiliki bukti, bahwa laporan tentang ulah dan gerakan para spionase Amerika di Tehran tidak mendapatkan izin untuk dicetak dan diperjualbelikan di Amerika.
Mulut mereka telah berbusa dalam usaha penegakan HAM. Namun mereka membangun puluhan kamp-kamp penyiksaan seperti Gontanamo dan Abu Ghuraib, atau mereka memilih diam dan mengiayakan penganiayaan yang sangat keji ini. Dari atas tribun-tribun, mereka mengajak untuk menghormati semua agama, aliran dan mazhab. Namun mereka memberi perlindungan hukum dan keamanan pada Salman Rusydi yang telah di jatuhi hukuman mati dan mereka pula menyiarkan di Radio Inggris statemen-statemen kekafiran yang melecehkan ajaran-ajaran suci dan terhormat di kalangan kaum muslimin.
Hari ini, akibat kebrutalan dan kegilaan para petinggi Amerika dan Inggris, kedok penutup kemunafikan dan penipuan mereka telah tersingkap serta kebencian para pemuda Muslim dan masyarakat dunia telah terpupuk di dalam hati mereka. Hari ini dilaksanakan pemilu-pemilu yang bebas di setiap Negara Islam dunia, dan rakyat akan menyampaikan aspirasinya yang bertentangan dengan keinginan Amerika dan Inggris.
Pemilu Irak di ambang pintu. Tujuan rakyat Irak dan para pemimpin sejati mereka mensukseskan pemilu adalah persis berlawanan dengan keinginan dan tujuan para penjajah di balik penyelenggaraan pemilu tersebut. Rakyat dan para pemimpin Irak bermaksud untuk mendirikan sebuah pemerintahan kerakyatan yang berdiri di atas keinginan dan aspirasi rakyat. Mereka mendambakan Irak yang merdeka, berdaulat dan bebas. Pemilu dalam pandangan mereka harus merupakan penutup masa krisis pendudukan dan penguasaan politik Amerika dan Inggris terhadap Irak. Mereka berkeinginan untuk mengakhiri kehadiran biang fitnah Zionis, yang di bawah naungan senjata Amerika, telah menjajaki pinggiran sungai Eufrat dan ingin menemukan impian kotornya untuk menguasai area sungai Nil hingga Eufrat.
Dengan pemilu, rakyat Irak hendaknya mengubah segala jenis permusuhan SARA-yang biasanya muncul karena ulah tangan-tangan kotor musuh bersama-menjadi persatuan dan persaudaraan.
Adapun pemilu dalam pandangan “sederhana’ para pelaku pendudukan memiliki tujuan-tujuan lain. Mereka menginginkan dengan jargon pemilu kerakyatan untuk mengangkat para politikus bayaran mereka. Yang pada umumnya memiliki latarbelakang hubungan erat dengan partai Ba’ts dan tangan kanan mereka agar dapat kembali berkuasa atas rakyat Irak. Mereka berharap dapat menutupi biaya kehadiran militer mereka dengan minyak Irak melalui tangan-tangan politikus bayaran mereka. Mreka berangan-angan untuk mengukuhkan pendudukan yang bercorak baru dan modern di Irak.
Dengan Imprealisme model baru ini, para politikus dan diplomat bayaran-seperti sebelum-sebelumnya-tidak langsung ditentukan oleh para imperialis secara terang-terangan, bahkan dalam kemasan pemilu yang suara rakyat dimanipulasi sedemikian rupa, para kaki tangan mereka akan hadir sebagai pilihan rakyat.
Memang nama dan secara lahiriah adalah demokrasi, namun batinnya adalah hegemoni mutlak asing terhadap rakyat Irak yang tertindas. Saat ini terdapat dua bahaya besar yang dapat mengancam pemilu di Irak. Pertama adalah penipuan dan manipulasi suara, khususnya Amerika yang telah memiliki pengalaman dalam hal itu. Jika para pemikir dan cendikiawan, politikus muda dan berpendidikan Irak dengan penuh tekad dan usaha siang dan malam mengantisipasi dan menggagalkan manipulasi dan penipuan seperti ini serta berhasil menyukseskan pemilu kerakyatan yang menghasilkan orang-orang yang dapat mewakili aspirasinya, maka saat itulah kita bicarakan kemungkinan dan bahaya kedua. Yaitu adanya kudeta militer yang menghasilkan pengangkatan seorang diktator lain sebagai penguasa masa depan Irak.
Bahaya ini juga dapat dielakan dengan kesadaran, kejelian dan keberanian rakyat Irak yang mukmin dan memiliki ghiyrah serta para pemimpin sejati mereka. Pada saat yang sangat penting ini, mereka haruslah memanfaatkan iman, keberanian dan persatuan serta kesatuan rakyat Irak guna menggoreskan nasib puluhan tahun rakyat Irak ke depan. Hendaknya mereka mensukseskan pemilu yang menyeluruh, sehat dan penuh semangat serta memantau dengan seksama hasil suara yang diperoleh. Pertikaian dan perselisihan antar Syi’ah dan Ahlusunah, Arab dan Kurdi serta Turkaman ataupun kelompok-kelompok lainnya yang menjadi biang perselisihan tidak akan berkembang kecuali di pangkuan para musuh. Begitu juga ketidakamanan yang selalunya menjadi prolog bagi munculnya sebuah kediktatoran adalah sebuah rekayasa yang direncanakan dan diproyeksikan oleh para intelejen musuh. Setiap orang ynag tangannya terlibat dalam aksi telor yang keji, membunuh rakyat Irak, para politikus dan intelektualnya, jangan bermimpi untuk dicatat namanya dalam list orang yang berjuang melawan para pelaku pendudukan dalam rangka menegakan kemerdekaan dan kejayaan Islam.
Saudara dan Saudari jemaah haji! Negara-negara Islam beserta rakyatnya! Hari ini dunia Islam lebih dari sebelumnya membutuhkan persatuan dan kesatuan hati serta berpegang teguh dengan Al-Qur’an. Dari satu sisi, potensi dunia Islam pada hari ini untuk meraih kemenangan dan kejayaan, adalah lebih dari masa-masa sebelumnya dan merebut kembali keagungan dan kebesaran muslimin pada hari ini adalah motivasi dan keinginan para pemuda dan pemikir seluruh penjuru dunia Islam. Slogan-slogan dusta kaum imprealis telah pudar dan niat-niat busuk mereka bagi kaum muslimin akan terkuak sedikit-demi sedikit.
Di sisi lain, para Negara tamak yang menumbuhkan impian di dalam benak mereka untuk menghiasi dunia takut akan kebangkitan dan persatuan kaum muslimin dan menganggapnya sebagai bendungan yang dapat membendung banjir segala proyek mereka, serta mereka selalu berusaha untuk mengantisipasi perjuangan mereka.
Hari ini adalah hari persaudaraan sejati dalam semua bidang dan di hadapan setiap fitnah dan kospirasi. Hari ini adalah hari persiapan untuk menggelar permadani merah atas kemunculan Imam Al-Mahdi (semoga Allah menyegerakan kemunculan beliau).
Hari ini adalah hari pemenuhan panggilan ilahi dalam semua bidang. Hari ini adalah hari dimana ayat “…sesungguhnya kaum mukmin adalah bersaudara…”(QS Al-Hujurat:10) ….janganlah engkau mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, engkau bukanlah seorang mukmin…..”(QS An-Nisa:94) dan ayat “… keras terhadap orang-orang kafir dan sayang sesama mereka…” (QS Al-Fath:29) sekali lagi kita bacakan di dalam kalbu kita. Kita harus melakukan segala tugas yang dibebankan di atas pundak kita, baik di saat terjadinya pengeboman di Najaf, Falujah dan Mousel, pada saat terjadinya gempa bumi laut di Samudra India yang menyayat hati puluhan ribu keluarga. Pada saat pendudukan Irak ataupun Afganistan. Ataupun pada saat berjatuhannya korban setiap sehari di Palestina.
Kami mengajak kaum muslimin untuk bersatu. Bersatu bukan dalam mengahadapi pemeluk Kristen atau agama dan bangsa lain, namun bersatu untuk bersama-sama melawan agressor dan pelaku pendudukan serta penyulut api peperangan. Bersatu untuk menegakan etika, spritualitas, menghidupkan rasionalitas, keadilan Islami, kemajuan ilmupengetahuan dan ekonomi serta meraih kembali kejayaan Islam.
Kami mengingatkan masyarakat dunia, bahwa pada masa Khulafaurrasyidin ketika Al-Quds berada di bawah kekuasaan muslimin, para pemeluk agama Yahudi dan Nasrani berada dalam keamanan dan kenyamanan hidup bersama kaum muslimin. Namun bagaimana mereka menghalalkan darah kaum muslimin pada saat Al-Quds jatuh ke tangan Zionis atau Salibis yang Zionis???
Jemaah haji yang kami muliakan!
Kami mengajak Anda semua agar selalu mengingat Allah, bertaubat dan kembali kepadaNya, membaca Al-Qur’an dengan penuh perenungan, ikut serta dalam shalat-shalat berjamaah, kasih sayang pada sesama jemaah haji dari berbagai Negara dan hendaknya tidak membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Akhirnya kami memohon dari Allah SWT agar memberikan taufikNya kepada kita semua, mengaruniakan kesehatan yang sempurna dan menerima amal ibadah kalian dan kami mengajak semuanya berdoa untuk Imam Al Mahdi (semoga nyawa kita menjadi tebusannya) dan tegaknya sebuah pemerintahan dunia yang adil. (PM)
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sayyid Ali Khamenei
09 Dzulhijjah 1425 H