header image
Kelestarian Revolusi bersama Basiji
Sabda Rahbar
Nov 28, 2007 at 02:13 PM

Oleh: Abu Jausyan

"Pada pagi  tanggal 26 Nopember 2007 ini lebih dari 8 juta orang basîjiyân (perlawanan rakyat) dalam lebih dari 30 ribu titik di seluruh tanah air Iran dengan penuh semangat menyelenggarakan acara peringatan hari Basîji dengan memperlihatkan kemampuan yang membanggakan dalam bidang pertahanan dan ketahanan. Mereka memperlihatkan dan mendemonstrasikan bagian-bagian dari kesiapan serta kekuatan pertahanan Basiji Iran dalam mempertahankan Islam, Revolusi, dan negara Republik Islam Iran. Fokus utama dari perayaan ini adalah penyelenggaraan seremoni nasional dimana acara ini secara khusus dihadiri oleh Ayatullah Khâmenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dan panglima tertinggi angkatan bersenjata, yang dilangsungkan di Teheran. Acara ini dimulai dengan masuknya Pemimpin Revolusi Islam di upacara ini yang terselenggara secara bersamaan di Teheran dalam 400 kota dan puluhan ribu kota lainnya di Iran beserta iringan lagu kebangsaan Republik Islam Iran. Imam Khamenei kemudian dengan mengheningkan cipta mengenang para arwah syuhada serta membacakan surah al-Fatihah bagi mereka, juga memohon kepada Tuhan agar para syuhada yang telah menciptakan kebanggaan bagi kaum Mukmin Iran ini diberi derajat yang tinggi disisi-Nya. Panglima tertinggi angkatan bersenjata Revolusi kemudian memeriksa barisan upacara dari batalion Asyura dan az-Zahra serta unit-unit spesialis basîj yang panjangnya kurang-lebih sekitar 1 KM."

 

Be first to comment this article | Views: 1001

Read more...
Maqam Yakin
Filsafat & Irfan
Nov 27, 2007 at 01:34 PM
Oleh: Ayatullah Anshari Syirazi Hf

"Salah satu maqam akhlaq adalah makam Yaqin. Yaitu manusia untuk mencapai kesempurnaan diharuskan untuk mencapai peringkat dimana dia tidak ada lagi keraguan, wahm (angan-angan) dan Khayal dalam meyakini hukum-hukum dan akidah-akidah Islam. Yaqin  mempunyai tiga tingkatan yaitu; pertama Ilmul yaqin, Kemudian 'Ainul yaqin, dan terakhir adalah Haqqul yaqin. Al-Qur'an menyatakan: "Lau ta'lamuna ilmal yaqîn", Kalau kamu menemukan keyakinan terhadap Mabda dan Ma'ad, surga dan neraka melalui ilmul yaqin, kamu akan menyaksikan neraka dan penduduknya itu dengan penglihatan batin. Kalau seorang manusia memandang kepada alam penciptaan ini dengan pandangan mata batin dan  pandangan Ibrahim As "Wakazdalika nurî Ibrahima malakutassamâwâti wal ardhi" (al-An'am: 75), sekarang ini dia akan menyaksikan orang-orang yang berada di neraka jahannam; yaitu kalau anda memperoleh derajat awal keyakinan itu, maka akan muncul dalam hati anda pengetahuan-pengetahuan dan ilmu-ilmu (makrifat Ilahi). Sekarang, jika seseorang naik dan memperoleh tingkat keyakinan selanjutnya yaitu 'Ainul yaqin dan Haqqul yaqin, maka ilmu dan pengetahuan yang lebih dahsyat lagi akan muncul dan terbit dalam jiwa dan hatinya."

Be first to comment this article | Views: 1196

Read more...
Berlaku Pemurah tapi Tidak Boros
Akhlak & Tarbiyah
Nov 21, 2007 at 11:49 PM

Oleh: Laogi Mahdi 

"Imam Kedelapan, Imam Ali ar-Rida  As, sangat masyhur karena kemurahannya. Terdapat banyak riwayat tentang hidupnya yang menyebutkan watak pemurahnya.  Ketika kita mengkaji riwayat-riwayat ini, kita dapat mengambil pelbagai pelajaran dari Imam Ali ar-Rida As. Meskipun ia tidak berada di hadapan kita, ia masih tetap mengajarkan dan membimbing kita melalui ucapan-ucapan, amal dan perbuatannya. Suatu hari, seorang datang kepada Imam Rida As dan meminta sesuatu kepadanya sesuai dengan keluasan kebaikannya. Imam Ali ar-Rida berkata, "Aku tidak dapat menyanggupi permintaanmu itu." Lalu orang itu berkata, "Kalau begitu, berikanlah sesuai dengan keadaan diriku." Maka Imam Ali ar-Rida As meminta budaknya untuk memberikan uang sebanyak dua ratus Dinar kepada orang itu.  Alasan mengapa Imam Ali ar-Rida tidak memberi sesuai dengan luasnya kebaikannya, seperti yang diminta oleh orang itu pertama kali, adalah lantaran ia tidak memiliki uang banyak untuk ia berikan."

Be first to comment this article | Views: 633

Read more...
Imam Zamim
Akhlak & Tarbiyah
Nov 21, 2007 at 11:39 PM

Oleh: Laogi Mahdi 

"Imam Kedelapan, Imam Ali al-Rida juga dikenal sebagai Imam Zamim As. Zamim merupakan kata yang bermakna yang menyediakan keamanan. Terkadang, tatkala kita mengadakan perjalanan, orang tua kita membawa beberapa jumlah uang dan menaruhnya dalam pakaian dan mengikatkannya pada lengan kita bagian atas. Kita menyebut perbuatan ini sebagai, Zamim. Kebiasaan ini pertama kali bermula pada masa Imam Ali ar-Rida As, tatkala khalifah Ma'mun membuat koin dengan nama Imam terukir di dalamnya. Kaum Syiah, yang sangat mencintai Imam Ali ar-Rida As, menyimpan koin-koin ini ketika mereka mengadakan perjalanan atau safar atau ketika mereka jatuh sakit."

Be first to comment this article | Views: 518

Read more...
Pelayan yang Tak Tahu Menaruh Hormat
Akhlak & Tarbiyah
Nov 21, 2007 at 11:21 PM

Oleh: Laogi Mahdi 

"Khalifah yang memerintah pada masa Imam Kedelapan, Imam Ali ar-Rida As adalah seorang yang bernama Makmun. Ketika ia naik takhta khilafah, ia menghendaki pertolongan Syiah untuk bertempur melawan saudaranya Amin. Untuk mendapatkan pertolongan Syiah, ia berpura-pura menghormati Imam Ali ar-Rida As sehingga para pengikut Imam (Syiah) akan merasa bahagia. Bahkan, Makmun mengumumkan bahwa Imam Ridalah yang akan menjadi pewaris khilafah. Manakala perdana menteri dan anggota keluarganya mendengar hal ini, mereka sangat marah dan cemburu. Mereka tidak tahu bahwa khalifah tidak bermaksud menjadikan Imam Ali ar-Rida As sebagai pewarisnya segera setelah dia wafat. Ia hanya menantikan hingga kekuasaannya cukup kuat dan kemudian berencana untuk menghabisi Imam Ali ar-Rida As."

Be first to comment this article | Views: 460

Read more...
<< Start < Previous 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 31 - 45 of 176