header image
Home arrow Refleksi arrow Refleksi arrow Memaknai Arbain
Memaknai Arbain PDF Print E-mail
Feb 27, 2008 at 11:28 AM

Oleh: Admin 

"Angka-angka tidak hanya berlaku dalam kehidupan materi semata bahkan dalam kehidupan spritual sekalipun angka memiliki peranan yang sangat penting. Jumlah rakaat dalam salat, jumlah tasbih arbaah, jumlah tasbih Hadhrat Fatima As  dan hal-hal serupa yang menunjukkan bahwa kehidupan ma'nawiyah tidaklah lepas dari nilai angka-angka. Nilai angka-angka itu dimulai dari angka lima, tujuh, dua belas, empat belas dan empat puluh dimana untuk setiap angka memiliki arti tersendiri sebagaimana yang akan kami jelaskan nantinya.

Nilai angka lima diartikan bahwa ada lima nabi ulul azmi (lima nabi pembawa kitab suci), dan lima anggota keluarga Nabi Muhammad Saw. Nilai angka tujuh diartikan dengan tujuh langit dan tujuh kota cinta, tujuh tahapan perjalanan ruhani dalam  Irfan, dan tujuh kali tawaf di Baitul Haram Ka'bah.

Angka dua belas diartikan  dua belas manusia suci, dua belas mata air yang terpancar dari batu  oleh mukjizat Nabi Musa As. Angka empat belas diartikan sebagai 14 manusia suci, untuk itu pula nilai angka  40 pastilah memiliki nilai dan arti tersendiri."

Akal manusia mencapai tingkat kesempurnaan aqliah pada usia empat puluh tahun dan ini berlaku untuk setiap orang. Nabi  Muhammad Saw pada usia empat puluh tahun terpilih manjadi nabi, Nabi Musa As empat puluh hari menyendiri di atas gunung untuk mendapatkan tujuh perintah (seven comammandement) untuk kaumnya. Kaum Bani Israil  dikarenakan  kekafiran  akan nikmat Tuhan dan  penyembahan mereka kepada anak sapi mereka  dihukum selama empat puluh tahun. Penyempurnaan pembentukan dalam  penciptaan tubuh Nabi Adam As dalam empat puluh hari. Kaum Arif dan penempuh jalan ruhani malakukan pembersihan diri mengacu dari  empat puluh hari penciptaan Nabi Adam As. Syaikhul Isyraq mengatakan bahwa Allah Swt mencipta manusia dalam empat puluh hari dan setiap harinya ia memberikan sifat kepadanya dimana setiap hijab dan tabir melingkupinya hingga pada hari ke empat puluh  sifat-sifat itu mencapai puncaknya.

Dalam proses pembersihan diri seorang penempuh jalan ruhani setiap harinya harus membersihkan dirinya dari sifat-sifat ini hingga mereka pada hari keempat puluh mendapati dirinya sebagai manifestasi dari Yang Maha Haq.
Meskipun nilai empat puluh adalah jumlah angka, akan tetapi dalam budaya Irfan Islam nilai ini berarti "kebagaimanaan dalam perilaku" untuk itu dalam pengulangan amal perbuatan sampai empat puluh kali adalah salah satu dimensi  penyebab kesempurnaan  ruhaniyah manusia.

Sayyid Mahdi Bahrul Ulum terkait dengan angka empat puluh mangatakan: " Saya yakin kepada diriku dan mengatakan bahwa ini adalah nilai angka yang mulia dari jumlah angka-angkayang  memiliki kekhususan dan pengaruh yang spesifik dalam kapasitas dan penyempurnaan secara alamiyah menuju tingkatan keyakinan."

Kekhususan angka empat puluh dalam mewujudkan prilaku dan perbuatan, kecerdasan, ataukah kebiasaan dalam sifat adalah satu hal yang telah di riwayatkan dalam hadis dan sunnah.  Angka empat puluh dalam suluk atau proses pembersihan diri digunakan untuk menarik cahaya emanasi Ilahi sebagaimana yang di beritakan dalam Quran dan hadis-hadis dari para maksum As serta para wali Allah. Pada kenyataannya angka empat puluh adalah simbolisasi dari proses penyempurnaan, kehadiran kesempurnaan, kematangan, keterlepasan dari kebodohan dan kekosongan tingkatan pertama dari kebangkitan dan kesadaran, dan sebagainya.

Banyak contoh yang bisa kita ambil dalam ayat dan riwayat yang menceritakan keutamaan angka empat puluh tapi pada akhirnya seperti dalam banyak hal bagi manusia adalah satu hal yang belum bisa dipahami. Begitupun nilai angka empat puluh. Rahasia apa sebenarnya yang tersimpan pada angka empat puluh ini takkalah setelah empat puluh hari meninggalnya seseorang para keluarga dan kerabat pada berkumpul untuk menyatakan kesedihan dan bela sungkawa, kalaulah tujuannya adalah untuk mengingat orang yang mati tadi mengapa tidak mengambil angka tiga puluh, lima puluh atau angka berapa saja dan  tidak memberikannya pada satu angka khusus.

Pada angka empat puluh ada tabir apa yang belum terungkapkan  dan setelah berlalunya angka empat puluh ini kejadian apa yang akan terjadi, apakah kabut kesedihan angka bangkit atukah kemampuan penyelesaian masalah semakin peka dan memberikan kesempatan kepada manusia untuk memikirkan apa yang telah berlalu .

Mungkin perayaan Arbain (hari keempat puluh syahidnya imam Husain As)  memberikan pandangan kepada manusia akan peristiwa Karbala, menjaga nilai-nilai kebangkitan, pesan-pesan dan menghidupkan peristiwa syahadah putra nabi.

Sebuah kejadian yang kalau kita ibaratkan dengan Quran memiliki rahasia-rahasia yang  tak terhitung  dan tak ternilai. Dimanapun Arbain di situlah langit syahadah di situlah cahaya hidayah berjalan. Di hari ini berusahalah jauh dari kesalahan dan perilaku-perilaku yang berlebihan, kenalilah al-Husain dengan sebaiknya dengan penuh kejujuran dan penguatan nafas kesuciannya sehingga kita semua termasuk dalam kafilah cahaya yang bergerak menuju cita dan harapan kemanusiaan sejati.[IM]


Views: 757

  Be first to comment this article
RSS comments

Write Comment
  • Please keep the topic of messages relevant to the subject of the article.
  • Personal verbal attacks will be deleted.
  • Please don't use comments to plug your web site. Such material will be removed.
  • Just ensure to *Refresh* your browser for a new security code to be displayed prior to clicking on the 'Send' button.
  • Keep in mind that the above process only applies if you simply entered the wrong security code.
Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:

Code:* Code
I wish to be contacted by email regarding additional comments

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved