header image
Home arrow Sejarah
Sejarah
Imam Baqir As; Penyingkap Khazanah Ilmu PDF Print E-mail
Dec 17, 2007 at 02:46 PM

Oleh: Sayid Mahdi Ayatullahi 

 

"Imam Muhammad Al-Baqir as. dilahirkan pada awal bulan Rajab tahun 57 H di Madinah Al-Munawwarah. Beliau adalah Imam kelima Ahlul Bait. Ayahnya adalah Imam Ali Zainal Abidin as., dan ibunya adalah seorang wanita dari keturunan Imam Hasan as. yang bernama Fatimah.

Dengan demikian,  Imam Muhammad Baqir as. adalah Imam pertama keturunan Rasulullah saw. dari pihak ayah dan ibu, sekaligus. Imam Al-Baqir as. menjalani hidup bersama kakeknya, Imam Husain as. pada tragedi Karbala, yang ketika itu beliau masih berusia empat tahun. Ia hidup bersama ayahnya selama 18 tahun dan masa itu adalah masa keimamahan (kepemimpinan)-nya. Ia khidmatkan masa-masa hidupnya demi menyebarkan ilmu pengetahuan Islam. Orang-orang memberinya gelar Al-Baqir (Sang Jenius), karena beliau telah membongkar ilmu pengetahuan dari khazanah-khazanahnya. Imam as. juga memiliki gelar-gelar lain yang menunjukkan sifat dan akhlak agung beliau seperti: Asy-Syakir (yang banyak bersyukur), Al-Hadi (pemberi petunjuk). Sewaktu masih berusia belia, Imam Muhammad Al-Baqir as. bertemu dengan sebagian besar sahabat utama Nabi seperti; Jabir bin Abdillah Al-Anshari. Kepada beliau Jabir mengatakan, "Rasulullah mengirimkan salam untukmu.  Salam ini membuat orang-orang yang hadir saat itu menjadi heran". Jabir melanjutkan, "Suatu hari aku sedang duduk bersama Rasulullah, sedang Husain as.  berada di haribaannya. Beliau  berkata padaku,  "Hai Jabir,  putraku ini kelak mempunyai seorang anak yang bernama Ali. Dan pada Hari Kiamat,  seseorang akan memanggilnya,  'Sayyidal Abidin'. Kemudian melalui Ali,  seorang anak yang bernama Muhammad Al-Baqir -yang memiliki keluasan ilmu- akan lahir.  Bila engkau berjumpa dengannya, sampaikan salamku kepadanya!".

Imam Al-Baqir as. memiliki dua kebun yang dikelola oleh beliau sendiri. Beliau melibatkan para petani untuk menuai hasil kebunnya, serta menginfakkan kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Pada zaman itu, beliau dikenal sebagai orang yang paling dermawan."


Be first to comment this article | Views: 754

Read more...
Imam Jawad; Samudera Ilmu dan Takwa PDF Print E-mail
Dec 10, 2007 at 10:41 AM
Oleh: Sayid Mahdi Ayatullahi 
Saudari Imam Ridha As, Hakimah mengisahkan, "Pada malam  kelahiran Imam al-Jawad, saudaraku (Imam Ridha) memintaku untuk berada di sisi istrinya.  Ia melahirkan seorang bayi dengan selamat. Ketika lahir, bayi itu menatap ke  langit dan bersaksi atas  keesaan Allah  dan kerasulan Muhammad. Aku yang menyaksikan peristiwa agung ini bergetar dan segera pergi menjumpai saudaraku dan menceritakan semua ini. Saudaraku berkata, "Wahai ukhti, Jangan engkau terganggu dengan peristiwa ini, engkau akan saksikan peristiwa yang lebih menakjubkan lagi".

Kelahiran ini merupakan karunia Ilahi dan berita gembira bagi pengikut Ahlul Bait As. Kelahiran ini menjawab segala rasa penasaran, keraguan, kebimbangan, dan kecemasan mereka.Nauf Ali menceritakan, "Ketika Imam Ali Ar-Ridha As melakukan perjalanan ke Khurasan, aku berkata kepadanya, 'Apakah Anda tidak memiliki perintah untuk aku kerjakan?'. Beliau berkata, 'Ikutilah anakku setelahku dan tanyakan padanya segala kesulitan-kesulitan yang engkau hadapi".Imam Ridha As berulang kali mengatakan kepada sahabatnya, "Tidak perlu kalian  mengajukan pertanyaan kepadak u, ajukan pertanyaanmu kepada anak kecil ini yang kelak akan menjadi Imam setelahku".  Tatkala beberapa orang sahabat Imam Ar-Ridha menunjukkan keheranan dan keterkejutan mereka, bagaimana mungkin seorang anak diangkat menjadi Imam umat, beliau mengatakan, "Allah telah mengangkat Isa sebagai nabi ketika beliau bahkan lebih muda dari Abu Ja'far (Imam Jawad). Usia seseorang tidak terlibat dalam urusan Nubuwwah dan Imamah".

Be first to comment this article | Views: 633

Read more...
Imam Ja'far Shadiq; Pencetus Universitas Islam PDF Print E-mail
Nov 04, 2007 at 02:17 PM

Oleh: Sayid Mahdi Ayatullahi 

 

"Imam Ja’far Ash-Shadiq as. lahir pada 17 Rabiul Awal 80 H di Madinah Al-Munawwarah.  Ayah ia adalah Imam Muhammad Al-Baqir as. dan ibunya  bernama Ummu Farrah,  putri  Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar. Bercerita tentang sang ibu,  ia menuturkan, ”Bundaku adalah wanita beriman, bertaqwa dan  senantiasa berbuat baik, karena sesungguhnya Allah swt. mencintai orang yang senantiasa berbuat baik".

Imam Ja’far Ash-Shadiq as. hidup sezaman dengan datuknya Imam Ali Zainal Abidin as. selama 15 tahun, dan dengan ayahnya Imam Muhammad Al-Baqir as. selama 34 tahun.

Ia memiliki beberapa gelar terhormat, di antaranya: As-Sabir (sang penyabar), Al-Fadl (sang utama), At-Thahir (sang suci). Gelar ia yang paling masyhur adalah As-Shadiq (sang penyampai kebenaran).  Seluruh gelar tersebut menunjukkan kemuliaan dan keutamaan akhlak ia.

Ia  sempat menyaksikan datuknya Imam Husain as. baeliau juga menyaksikan kezaliman Bani Umayyah yang justru meruntuhkan kekuasaan mereka sendiri, sekaligus membukakan  jalan  bagi Bani Abbasiyah yang mengatasnamakan Ahlul Bait untuk mengajak masyarakat  bangkit melawan Bani Umayyah. Namun, ketika berhasil meruntuhkan kekuasaan  Bani Umayyah, mereka malah lebih menumpahkan kebenciannya kepada Ahlul Bait as. Imam Ja'far as. hidup di bawah pemerintahan zalim Bani Umayyah kurang-lebih 40 tahun, dan hidup pada masa permerintahan Abbasiyah sekitar 20 tahun. Selama itu, ia menghindar dari kehidupan politik. Sementara pemikiran syirik dan penyelewengan berkembang pesat, ia lebih banyak menghabiskan waktunya pada pengajaran agama, pendidikan akhlak dan aqidah di tengah masyarakat.

Kondisi yang berkembang waktu itu telah menuntut Imam Ja'far as. untuk berjuang melawan pemikiran syirik, sehingga pada masa ialah mazhab Ahlul Bait sesungguhnya mengalami perkembangan pesat."

Be first to comment this article | Views: 1046

Read more...
Pengayom Umat PDF Print E-mail
Sep 26, 2007 at 04:11 PM

Oleh: Sayid Mahdi Ayatullahi 

 

"Di rumah yang dindingnya berlapiskan  tanah, di kota Madinah Al-Munawwarah,  cucunda Nabi Hasan dilahirkan. Hari itu bertepatan dengan 15 Ramadhan. Hasan  kecil diasuh dalam haribaan datuknya Muhammad saw, dan ayahnya Ali bin Abi Thalib as., serta ibunya Fatimah Az-Zahra as.  Rasulullah saw. sangat mencintai Hasan as. Beliau mengatakan, "Hasan bin Ali adalah putraku". Dalam kesempatan yang lain beliau menyatakan, “Hasan adalah permata hatiku di dunia". Sudah lama kaum muslimin menyaksikan Nabi saw. sering membawa Hasan as. di pundaknya dan beliau pernah berkata, “Semoga Allah swt. mendamaikan dua kelompok dari kaum muslimin melaluinya”, kemudian beliau berdoa, "Ya Allah,  sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah dia dan cintailah orang-orang yang mencintainya". Beliau pun senantiasa mengulang-ulang berita ini, "Hasan dan Husain adalah penghulu para pemuda di surga". Suatu hari Rasulullah saw. melakukan shalat di masjid. Kemudian Hasan as. menghampirinya, sedang beliau dalam keadaan sujud. Karena ia naik ke atas punggungnya lalu duduk di leher datuk kinasihnya itu, Rasulullah saw. bangun dari sujudnya secara perlahan-lahan sampai Hasan turun sendiri. Tatkala beliau selesai dari salatnya, sebagian sahabat berkata,  "Ya Rasulullah,  sesungguhnya engkau telah berbuat sesuatu terhadap anak kecil ini yang tidak pernah engkau lakukan kepada yang lainnya". Nabi menjawab,  "Sesungguhnya anak ini adalah jantung hatiku dan anakku ini adalah "sayyid’" (sang pemimpin), semoga Allah swt. mendamaikan dua kelompok muslim yang berseteru melalui tangannya."

Be first to comment this article | Views: 517

Read more...
Imam Mahdi; Janji Keadilan Semesta PDF Print E-mail
Aug 28, 2007 at 10:57 AM

 Oleh: Sayid Mahdi Ayatullahi

"Imam Al-Mahdi as. lahir pada 15 Sya'ban 255 H. Kelahiran ia sungguh menghidupkan harapan di dalam jiwa-jiwa kaum tertindas di dunia. Ayah Imam as. adalah Imam Hasan Al-Askari as. dan ibunya bernama Nargis, seorang wanita suci keturunan salah satu Hawariyyun (sahabat setia) Nabi Isa as., yaitu Sam'un Ash-Shafa. Imam Mahdi as. adalah Imam terakhir Ahlul Bait as. Secara khusus, sang datuk Rasulullah saw. telah memberitakan kehadirannya dalam sejumlah hadis-hadis yang mutawatir, bahwa "Dia akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah disesaki oleh kezaliman".  Ia dikenal dengan panggilan Abul Qosim, dan gelar mulia  "Al-Mahdi". Dengan demikian, ia membawa nama sekaligus panggilan junjungan kita Muhammad saw., sebagaimana ia pun membawa risalah agamanya, Islam.Para penguasa zalim menjadi begitu awas dan  senantiasa mengintai kelahiran Imam Mahdi as, sehingga mereka berupaya menggagalkannya. Persis dengan apa yang telah dilakukan Fir'aun; mengawasi setiap ibu yang hamil dan bayi yang lahir. Namun,  mereka tidak sadar bahwa Fir'aun,  meskipun mengerahkan segenap kekuatan raksasa yang dimilikinya sampai  membunuh secara massal bayi-bayi yang baru lahir,  usahanya itu gagal total."

Be first to comment this article | Views: 1221

Read more...
<< Start < Previous 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 17